Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur di Indonesia, telah mengambil pendekatan proaktif dalam kesiapsiagaan dan tanggap bencana dalam beberapa tahun terakhir. Dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan, pemerintah kota menyadari pentingnya kesiapsiagaan untuk merespons keadaan darurat ini secara efektif.
Salah satu inisiatif utama yang dilaksanakan oleh pemerintah kota adalah pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda. BPBD bertanggung jawab untuk mengoordinasikan upaya kesiapsiagaan bencana, respons, dan pemulihan di kota. Ia bekerja sama dengan lembaga pemerintah lainnya, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta untuk memastikan respons yang terkoordinasi dan efektif terhadap bencana.
Selain BPBD, Samarinda juga berinvestasi pada infrastruktur dan teknologi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Kota ini telah membangun sistem peringatan dini untuk banjir dan tanah longsor, serta sistem komunikasi darurat untuk mengingatkan warga jika terjadi keadaan darurat. Kota ini juga telah mengadakan pelatihan dan latihan bagi para responden dan relawan pertama untuk memastikan mereka siap menangani bencana secara efektif.
Selain itu, Samarinda telah menerapkan program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat untuk melibatkan warga dalam upaya kesiapsiagaan bencana. Kota ini telah bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko, seperti memperbaiki sistem drainase, membangun penghalang banjir, dan menanam pohon untuk mencegah tanah longsor. Dengan melibatkan masyarakat dalam upaya kesiapsiagaan bencana, Samarinda bertujuan untuk membangun ketahanan dan mengurangi dampak bencana terhadap warga.
Pendekatan proaktif Samarinda terhadap kesiapsiagaan dan tanggap bencana telah menunjukkan hasil yang positif. Pada tahun 2020, kota ini dilanda banjir besar, namun berkat sistem peringatan dini dan upaya kesiapsiagaan, kota ini mampu mengevakuasi penduduk dengan aman dan memberikan bantuan darurat kepada mereka yang terkena dampak. Respons cepat dan koordinasi pemerintah kota dengan para pemangku kepentingan mendapat pujian karena mampu meminimalkan dampak bencana terhadap warga.
Ke depan, Samarinda terus memprioritaskan kesiapsiagaan dan tanggap bencana sebagai komponen utama agenda pembangunannya. Pemerintah kota berkomitmen untuk berinvestasi dalam infrastruktur, teknologi, dan keterlibatan masyarakat untuk membangun ketahanan dan menjamin keselamatan dan kesejahteraan penduduknya dalam menghadapi bencana alam. Dengan mengambil pendekatan proaktif dalam kesiapsiagaan bencana, Samarinda memberikan contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dan di seluruh dunia mengenai cara merespons keadaan darurat secara efektif dan melindungi masyarakat dari dampak bencana.
